28/07/19

Akhirnya Pindah Ke Blogger Setelah Satu Bulan Menggunakan Wordpress, Ini Alasan Saya

Postingan ini berasal dari blog saya yang lain, karena sudah tidak terurus lagi akhirnya saya pindahkan kesini.

Sebelumnya blog ini menggunakan platform wordpress, namun karena saya tidak punya banyak modal untuk membayar biaya hosting terlebih lagi blog ini belum ada pemasukan sama sekali, jadi saya putuskan untuk memindahkan blog ini ke blogger.

pindah ke blogger

Sebenarnya ada alasan lain kenapa saya pindah ke blogger, yaitu seringnya down pada server yang sedang saya pakai untuk menghosting blog ini.

Blog ini pada awalnya didirikan menggunakan jasa web hosting dari RumahWeb, karena niat saya hanya membangun blog saja, tidak lebih, jadi saya putuskan untuk mencoba versi gratis layanan rumah web ini selama satu bulan.

Hari telah berganti, setelah mencapai waktu hampir satu bulan, akhirnya saya memutuskan untuk memindahkan blog ini dari Wordpress ke Blogger dengan alasan blog tidak mempunyai pemasukan untuk membayar hosting.

Namun untuk kedepannya lagi mungkin saya akan pertimbangkan lagi untuk Pindah ke Wordpress ketika blog ini sudah mulai dikenal search engine.

Dimana search engine merupakan salah satu sumber penghasilan saya di blog. Saya menggunakan search engine seperti Google ini untuk memanfaatkan salah satu postingan saya agar muncul di search engine. Yaitu postingan yang mengajak kerjasama adsense.

Akun Adsense ini pada awalnya saya dapatkan dari hasil pendaftaran blog iseng saya, awalnya saya mengira blog saya bakal ditolak, namun kenyataannya justru sebaliknya.

Tapi meskipun sudah diapprove, bukan berarti saya langsung mendapatkan penghasilan yang berlimpah, melainkan butuh proses terlebih dahulu.

Keputusan berat untuk Pindah ke Blogger

Kembali lagi ketopik diatas, sebelumnya saya memang memikirkan matang-matang untuk pindah kembali ke Platform Blogger. Karena setelah saya pindah nantinya, saya tidak akan memiliki kontrol penuh atas website saya seperti di Wordpress.

Memang Wordpress lebih lengkap fiturnya dibandingkan Blogger, itu karena Wordpress sudah seperti milik kita sendiri, sedangkan Blogger adalah Numpang di Apartemen yang bukan milik kita.

Jika suatu saat pihak Blogger memutuskan untuk menghapus suatu blog maka hilanglah Blog tersebut. Berbeda dengan Wordpress Self Hosted, semuanya bergantung pada diri kita sendiri, karena itu milik kita sepenuhnya.

Beberapa hal yang membuat saya tetap melanjutkan pindah ke Blogger adalah:

Tema Wordpress sangat sulit untuk diatur

Setelah menginstal tema pada Wordpress, saya lihat tampilan temanya berantakan, tidak sesuai seperti gambar pada demo. Ya, artinya saya harus bekerja dua kali untuk mengatur tema ini.

Tapi ini hanya pendapat saya, maklum saya hanyalah pemula yang baru kenal dengan Wordpress.

Pengembang Template Wordpress jarang ada yang dari Indonesia

Saat saya mencari tema-tema Wordpress di Google, saya belum pernah menemukan adanya pengembang template wordpress yang berasal dari Indonesia, rata-rata pengguna indonesia yang saya temukan hanyalah merilis Template untuk platform Blogger.

Harga Template Wordpress Premium yang lumayan Mahal

Masih soal template, harga template Wordpress biasanya dibanderol dengan harga $20 atau lebih, berbeda dengan template blogger yang rata-rata harganya adalah $10, bahkan kurang dari nilai tersebut.

Selain itu, mereka bukan dari Indonesia, jika demikian, otomatis mereka juga tidak akan menerima pembayaran dengan metode tranfer bank lokal.

Tidak Bisa Merapikan Postingan Di Wordpress

Karena saya masih pemula banget, tidak jarang saya merasa kesulitan ketika membuat postingan di Wordpress, salah satunya yaitu merapikan paragraf-paragraf yang seharusnya diberi baris.

Alhasil, postingan saya berantakan pargrafnya, tidak seperti saat saya menggunakan Blogger.

Tidak bisa melihat statistik penayangan seperti di Blogger (Pageview)

Salah satu alasan kenapa saya pindah di Blogger adalah karena saya tidak terbiasa dengan tampilan dashboard Wordpress, di Wordpress saya tidak bisa melihat statistik pengunjung seperti pada Blogger. Statistik ini dinamakan dengan pageview atau jumlah pengunjung yang mengklik halaman kita.

Diantara kalian mungkin ada yang berpendapat: Kan bisa pakai Google Analytics?

Yup, memang betul, tapi masalahnya Google Analytics lebih sering saya gunakan untuk melihat visitor, bukan pageview, jadi intinya saya tidak terbiasa menggunakan ini.

Bukan karena saya tidak mau belajar, karena kita semua pasti tau, yang namanya belajar harus ada kemauan, jika tidak ada kemauan maka ilmu akan sulit untuk diserap.

Situs Saya Sering Mengalami Down

Baru-baru ini akhirnya saya bisa membedakan antara shared hosting, vps hosting, dan dedicated hosting. Kebetulan pada saat menggunakan Wordpress. saya lebih memilih layanan Shared Hosting karena lebih murah, namun efeknya baru saya rasakan ketika ditengah-tengah mengelola Wordpress.

Terjadilah Error yang tak terduga, saya kira itu adalah salah saya namun ternyata itu berasal dari Situs Web lain yang menggunakan server yang sama dengan saya. Bisa saja situs web lain mendapatkan lonjakan pengunjung atau terkena spamming sehingga hosting yang berada di satu server terkena dampaknya.

Saya Tidak Paham Wordpress ( Karena Baru mengenal Wordpress)

Alasan ini mungkin bisa dibilang masuk akal, kenapa saya pindah di Wordpress karena saya tidak paham dengan Wordpress. Saya lebih paham menggunakan platform gratisan seperti Blogger, dan saya tidak terlalu paham juga mengenai bahasa PHP di Wordpress.

Sebelumnya saya tidak pernah menggunakan Wordpress Self Hosted, namun karena saya pernah mendengar fakta yang mengatakan bahwa wordpress menguasai hampir separuh dunia internet, akhirnya saya ikut-ikutan juga. Karena saya pernah yakin, website Wordpress lebih Seo ketimbang Blogger.

Alasan Terakhir Yaitu Karena Keterbatasan Waktu untuk Mengelola Blog

Saya tahu, saya masih sendirian mengelola blog ini, namun karena saya mempunyai dua pilihan yaitu meninggalkan blog atau mengurus blog, jadibsaya lebih memilih untuk meninggalkan blog saya ini untuk urusan didunia nyata.

Seperti urusan kerja, lembur, menghadiri acara, dan masih banyak urusan lainnya yang tidak saya sebutkan disini.

Berbeda dengan saat-saat saya masih sekolah dulu, saya lebih menghabiskan waktu saya untuk mengurus dunia maya saya ketimbang dunia nyata saya sendiri. Tapi sekarang keadaan saya sudah berubah drastis sejak memasuki dunia kerja.

Begitulah kira-kira alasan saya Pindah ke Wordpress, mungkin bagi para mastah diluar sana alasan ini agak aneh, tapi memang begitulah kenyataannya.

Artikel Terkait

Jika ada pertanyaan mengenai tulisan ini, jangan segan untuk bertanya melalui kolom komentar, terimakasih.
EmoticonEmoticon